Cedera patah tulang atau fraktur merupakan kondisi dimana tulang mengalami kepatahan. Hal ini bisa menjadikan bentuk dan posisi tulang menjadi berubah. Patah tulang ada berbagai macamnya, mulai dari retakan kecil sampai dengan tulang terpisah yang mengakibatkan tulang geser tidak pada tempatnya.
Kondisi tulang yang seperti ini bisa terjadi pada saat tulang menerima tekanan atau benturan yang besarnya melebihi kekuatan tulang tersebut.
Daftar Isi
Gejala Cedera Patah Tulang
Gejala patah tulang cukup bervariasi, yaitu tergantung dengan letak cedera, usia, dan seberapa parah patahannya.
Nah, untuk gejala utama dari cedera patah tulang yaitu ada rasa nyeri hebat pada area tulang yang patah. Selanjutnya, rasa nyeri tersebut nantinya akan bertambah parah, terutama pada saat ingin menggerakkan bagian tersebut.
Akan tetapi, seseorang yang mengalami patah tulang pada umumnya akan mengalami beberapa hal berikut:
- Nyeri sangat hebat di area patah tulang
- Terjadi pembengkakan atau memar pada area yang mengalami cedera
- Tulang terlihat mencuat keluar dari kulit, ini biasanya terjadi pada patah tulang terbuka
- Tidak bisa menggerakkan area tulang yang patah
- Perubahan bentuk pada area yang mengalami patah tulang
Sedangkan, untuk kasus patah tulang yang cederanya lebih parah, seseorang mungkin akan merasakan dan mengalami gejala yang lain. Mulai dari rasa pusing, mual, sakit kepala, hingga pingsan.
Diagnosis Patah Tulang
Diagnosis patah tulang ini bisa ditetapkan wawancara medis. Nantinya pihak medis akan menanyakan apakah penderita mengalami pembengkakan, perubahan bentuk, atau nyeri hebat di area yang mengalami benturan.
Sebab, patah tulang terkadang bisa terjadi tanpa didahului dengan benturan. Biasanya keadaan seperti ini terjadi pada penderita penyakit kronis.
Selanjutnya, pihak dokter akan melakukan pemeriksaan secara fisik. Dokter akan melihat apakah ada perubahan bentuk pada area tulang tertentu, bunyi abnormal ketika area digerakkan, dan lain sebagainya. Tindakan selanjutnya, pihak dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang melalui rontgen.
3 Penyebab Patah Tulang
Sesudah mengetahui gejala dan diagnosisnya, maka kini saatnya mengetahui penyebab patah tulang tersebut. Tulang yang sehat tentunya akan mampu menahan dampak yang sangat kuat. Akan tetapi jika beban yang ditahan melebihi kemampuan, maka tulang bisa mengalami retak atau pecah.
Berikut ini adalah berbagai macam penyebab patah tulang yang perlu Anda ketahui. Dengan mengetahui penyebabnya, maka pengobatan bisa dilakukan dengan cara yang tepat dan wajib dilakukan oleh ahlinya spesialis tulang.
1. Penggunaan Anggota Tubuh Secara Berlebihan
Bagian tubuh tertentu yang mengalami gerakan secara berlebihan bisa mengurangi kekuatan otot. Kemudian, tulang yang mendapatkan lebih banyak tekanan juga bisa mengakibatkan stress fractures.
2. Kondisi Medis
Kondisi medis tertentu juga bisa mengakibatkan terjadinya patah tulang. Mulai dari osteoporosis, kanker tulang, serta osteogenesis imperfecta.
Gangguan kesehatan tersebut bisa mengakibatkan tulang mudah mengalami kerapuhan dan pengeroposan tulang. Tulang yang rapuh dan keropos tentunya akan mudah sekali patah.
3. Faktor Risiko
Patah tulang memang bisa menimpa siapa saja. Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang bisa menjadikan risiko mengalami patah tulang menjadi semakin meningkat, diantaranya seperti:
- Lanjut usia yang menderita osteoporosis
- Adanya gangguan endokrin atau pencernaan
- Tidak aktif bergerak atau berolahraga
- Konsumsi obat kortikosteroid
- Banyak mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang
- Perokok aktif
4 Komplikasi yang Ditimbulkan Patah Tulang
Dirangkum dari American International Medical University, patah tulang ternyata bisa mengakibatkan timbulnya beberapa komplikasi, diantaranya sebagai berikut:
1. Malunion
Malunion merupakan komplikasi berupa penyambungan atau penyatuan yang salah pada bagian tulang yang patah.
2. Gangguan Pertumbuhan Tulang
Apabila patah tulang terjadi pada saat masa anak-anak hingga berpengaruh pada kedua ujung tulang, maka risiko mengalami deformitas di masa depan bisa lebih tinggi.
3. Sindrom Emboli Lemak
Patah tulang juga bisa mengakibatkan gelembung lemak masuk ke dalam aliran darah. Kondisi seperti ini bisa mengakibatkan penyumbatan pada pembuluh arteri yang dinamakan emboli.
4. Osteomielitis
Patah tulang terbuka yang biasanya tulang sampai mencuat keluar kulit bisa mengakibatkan patogen masuk dan menginfeksi area sekitar patah tulang lewat luka kulit maupun pada saat operasi.
Pengobatan Patah Tulang
Sebenarnya tulang yang patah bisa sembuh dengan sendirinya. Walaupun begitu, tulang yang patah tidak bisa sembarang tumbuh dan sembuh saja. Namun, harus tumbuh dengan baik dan berada di posisi yang tepat dan terlindungi.
Dengan begitu, perlu dilakukan penyembuhan yang baik, diantaranya melalui berbagai metode berikut.
1. Operasi
Untuk mengembalikan posisi tulang yang patah pada tempat yang sesuai, maka perlu dilakukan metode pembedahan. Prosedur operasi biasanya akan dilakukan dengan metode fiksasi internal (internal fixation) atau dengan metode fiksasi eksternal (external fixation).
Kedua metode ini bertujuan untuk menjaga tulang tetap pada tempatnya dan tidak bergerak hingga patah tulang sembuh sempurna.
Tak hanya itu saja, metode cangkok tulang juga bisa dilakukan untuk menggantikan tulang yang rusak dengan pengganti tulang yang baru. Nah, tulang baru ini yang nantinya akan memperbaiki dan membentuk lagi tulang yang tadinya rusak.
2. Gips
Untuk pengobatan patah tulang tanpa operasi, maka bisa dilakukan dengan menggunakan gips. Gips ini fungsinya untuk menjaga ujung tulang yang patah supaya bisa tetap dalam posisi yang tepat.
Tak hanya itu saja, gips juga mampu mengurangi pergerakan. Sehingga, proses penyembuhan bisa berjalan dengan lebih cepat.
Pada umumnya, gips untuk patah tulang dibuat dengan menggunakan plester atau fiberglass. Jenis gips yang digunakan sesuai dengan tipe fraktur dan lokasi tulang yang mengalami cedera, seperti pada bagian tulang kecil, jari tangan atau kaki.
3. Belat atau Bidai
Belat atau bidai juga termasuk prosedur penyembuhan cedera patah tulang tanpa operasi yang sudah kerap dilakukan. Tidak berbeda jauh dengan gips, bidai atau belat ini juga digunakan untuk mencegah pergerakan pada area tulang patah ketika masa penyembuhan.
Pengobatan ini biasanya untuk area pembengkakan yang ada di sekitar tulang yang patah. Sebab, jika menggunakan gips yang terlalu kencang dapat menjadikan sirkulasi darah di area yang cedera tersebut menjadi berkurang.
Jenis pengobatan dengan belat ini biasanya digunakan untuk patah tulang kecil yang tidak perlu menggunakan gips.
4. Traksi Ortopedi
Traksi merupakan peralatan yang terdiri atas katrol, pemberat, senar, serta rangka logam yang pada umumnya dipasang di atas tempat tidur.
Fungsi alat ini yaitu untuk meregangkan otot dan tendon pada sekitar tulang yang patah. Dengan begitu, tulang bisa sejajar dan proses penyembuhan bisa menjadi lebih cepat.
5. Obat-obatan
Selain dengan berbagai penanganan, pasien patah tulang juga akan disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan. Tujuannya agar gejala yang dirasakan bisa lebih teratasi.
Obat-obatan yang diberikan tentunya berbeda-beda setiap pasien. Semua itu akan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala patah tulang yang dialami.
6. Pijat Terapi
Selain dengan penanganan di atas, ada juga sebagian penderita yang lebih memilih pijat tulang tradisional untuk mengatasi cedera fraktur.
Biasanya ahli patah tulang ini akan mengandalkan keahlian pijat. Mereka sanggup mengembalikan posisi tulang yang bergeser dan menyambungkan tulang yang patah.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa pijat mampu menyembuhkan keseleo dan patah tulang dengan sangat cepat, ini berlaku bagi yang baru mengalami patah tulang bukan yang sudah memiliki waktu patah yang sengaja di biarkan berlarut lama.
Akan tetapi, untuk yang mengalami cedera patah tulang dengan tingkat keparahan yang cukup tinggi, sebaiknya Anda mengobatinya dengan cara medis ke dokter ahli tulang.