Sebelum memulai sesi pijatan untuk si Kecil, ada beberapa pertimbangan yang perlu diambil agar proses ini tidak menimbulkan ketidaknyamanan pada tubuh mungilnya. Cara pijat bayi yang benar tentunya sangat perlu diperhatikan oleh orang tua.
Memberikan pijatan pada bayi memiliki sejumlah manfaat, termasuk membantu si Kecil untuk tidur dengan lebih nyenyak
Pijatan bayi sebaiknya dilakukan dengan gerakan tangan yang lembut dan perlahan pada tubuh si Kecil. Untuk mempermudah proses pijatan, disarankan untuk menggunakan minyak atau pelembap saat melakukan pijatan pada bayi. Selain dapat dilakukan di rumah, pijatan bayi juga bisa dinikmati saat membawa si Kecil ke tempat baby spa.
Sebelum memulai sesi pemijatan, pastikan untuk berada di ruangan dengan suhu hangat dan suasana yang tenang. Persiapkan segala perlengkapan yang diperlukan, termasuk handuk atau alas bayi, pakaian bersih, popok, dan minyak pijat, seperti minyak zaitun.
Jangan lupa mencuci tangan sebelum memulai pijatan bayi. Setelah semua peralatan siap dan kondisi bayi memungkinkan untuk dipijat, ikuti langkah-langkah pijat bagian tubuh bayi berikut:
Daftar Isi
1. Pijatan pada Kaki
Cara pijat bayi yang pertama mulailah dengan memberikan pijatan pada tungkai, dari pangkal paha hingga ke bawah. Area ini cocok untuk memulai pijatan karena dianggap kurang sensitif.
Gunakan sedikit minyak, gosokkan di telapak tangan hingga hangat, lalu pijat dengan lembut dari paha hingga betis.
Lanjutkan dengan pijatan memutar pada punggung kaki bayi, termasuk pergelangan kaki dan jari-jari kaki. Tarik lembut pada setiap jari untuk meredakan ketegangan. Lakukan pada seluruh jari.
2. Pijatan pada Lengan
Setelah pijatan kaki, beralih ke lengan bayi, mulai dari lengan atas hingga pergelangan tangan. Putar lembut pergelangan tangan beberapa kali, lalu pijat telapak tangan dan jari-jari dengan ibu jari.
3. Pijatan pada Dada
Letakkan kedua tangan di atas dada bayi, pijat lembut ke arah luar dengan menekan dadanya menggunakan telapak tangan. Ulangi gerakan ini beberapa kali, lalu akhiri dengan pijatan lembut dari atas dada ke arah paha.
4. Pijatan pada Punggung
Cara pijat bayi yang terakhir, posisikan bayi dalam posisi tengkurap, lalu pijat area tulang belakang dari leher hingga bokong menggunakan ujung jari. Selesaikan sesi pijatan dengan gerakan panjang dari bahu hingga kaki.
Setelah selesai, kenakan popok dan pakaian pada bayi dan beri pelukan. Hindari melakukan pijat saat bayi terlalu lapar atau kenyang dan idealnya sebagai kegiatan rutin sebelum tidur malam atau setelah mandi.
Amati respons bayi selama pijatan. Jika bayi tampak bahagia dan nyaman, maka proses pemijatan dapat dilanjutkan. Namun, jika bayi gelisah atau menangis, hentikan pijatan segera.
Bagi bayi dengan kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan pijatan. Dokter dapat memberikan panduan khusus atau merujuk ke spesialis terapis pijat atau spa untuk bayi sesuai kebutuhan si Kecil.
Manfaat Pijat Bayi
Pijat bayi tidak hanya menjadi cara untuk mempererat ikatan dengan Si Kecil, tetapi juga memberikan sejumlah manfaat berikut:
1. Tidur yang Lebih Nyenyak
Salah satu manfaat yang terkenal dari sentuhan pijat kepada bayi adalah menciptakan relaksasi dalam tubuh yang kemudian berdampak positif pada pola tidur bayi. Pada umumnya, bayi yang menjalani pijat cenderung lebih mudah tertidur.
Bahkan, menurut informasi dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi yang mendapat pijatan umumnya lebih aktif, lebih waspada, dan memiliki waktu tidur yang lebih sedikit. Suatu penelitian terhadap bayi prematur yang dipijat hingga usia 8 bulan menunjukkan bahwa pijatan bayi mampu meningkatkan kualitas tidur, mengurangi kebangunan pada malam hari, dan menangis.
2. Membangun Ikatan Emosional
Sebelum mampu memahami bahasa dan komunikasi lisan, bayi berinteraksi melalui sentuhan fisik. Oleh karena itu, pijat untuk si bayi menjadi bentuk komunikasi antara ibu dan bayi yang baru lahir.
Di sisi lain, manfaat nya tidak hanya terbatas pada aspek fisik, tetapi juga membangun ikatan emosional antara ibu dan anak. Sebuah studi yang melibatkan 52 bayi di Korea Selatan menegaskan bahwa interaksi antara ibu dan anak yang melibatkan massage untuk bayi lebih baik dibandingkan dengan kelompok ibu yang tidak melibatkan pijat.
Melalui pijatan, ibu memiliki kesempatan untuk lebih mendekat dan membangun ikatan emosional yang kuat dengan bayinya.
3. Peningkatan Berat Badan
Baby massage juga memiliki keterkaitan dengan peningkatan berat badan bayi. Menurut suatu studi, bayi prematur yang mendapatkan stimulasi pijat menunjukkan peningkatan berat badan harian sebanyak 47% lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang tidak menerima stimulasi tersebut.
4. Mendukung Perkembangan Anak
Juga memberikan manfaat bagi perkembangan dan pertumbuhan bayi, terutama bagi bayi prematur. Bayi yang rutin dipijat cenderung memiliki perkembangan motorik dan perilaku yang lebih matang.
Selain itu, bayi prematur yang mendapatkan pijatan dengan intensitas sedang juga lebih jarang menunjukkan ketidaknyamanan, menangis, atau perilaku stres lainnya.
Itulah cara pijat bayi beserta manfaatnya yang dapat menginspirasi para orang tua untuk melakukan pijat pada buah hati mereka.
Ini sangat direkomendasikan karena dapat membuat bayi tidur dengan nyenyak serta dapat meningkatkan bobot pada bayi. Perlu diingat, konsultasikan dahulu dengan spesialis jika ingin melakukan pemijatan pada bayi.