Pijat perineum untuk sebagian orang tentu sedikit asing dalam mendengarnya. Perineum merupakan bagian anggota tubuh, letaknya berada diantara otot vagina serta anus yang menghubungkan otot dasar panggul. Biasanya pijatan pada area tersebut diperuntukkan ibu hamil dengan tujuan melancarkan proses melahirkan.
Perineum yang menciptakan panggul kuat, memungkinkan ibu berjalan tegak serta mencegah buang air kecil setiap batuk. Bahkan jaringan ini selain harus utuh serta kuat, juga harus fleksibilitas untuk peregangan selama persalinan supaya bayi bisa bergerak melalui jalan lahir.
Jaringan perineum yang kurang lentur serta tidak meregang selama persalinan, bisa mengakibatkan trauma atau robekan. Guna mengatasi hal semacam ini, jenis pijatan pada perineum bisa menjadi solusi.
Daftar Isi
Pengertian Pijat Perineum
Ibu hamil melakukan pijat ini untuk memperlancar proses kehamilannya. Terutama dalam proses persalinan akan menjadi lancar.
Pijat perineum merupakan pijatan yang dilakukan terhadap bagian perineum untuk melebarkan jalan. Pijatan pada perineum mampu membantu proses persalinan berjalan lancar. Adanya pijatan ini juga bisa membuat otot-otot yang terlibat menjadi lebih fleksibel atau lentur.
Baca Juga: Manfaat Pijat Oksitosin untuk Ibu Menyusui
Perlu diketahui, pijatan ini aman untuk kehamilan yang sehat. Tidak semua wanita hamil dapat melakukan pijat ini. Terdapat sejumlah keadaan yang membuat pijat ini tidak disarankan. Contohnya saja ketika hamil menderita plasenta previa, pendarahan rahim, penderita herpes vagina, sampai preeklamsia.
Cara Melakukan Pijatan untuk Ibu Hamil
Jika kehamilan ibu sudah minggu ke-34, maka bisa melakukan konsultasi dengan bidan atau dokter kandungan mengenai kapan harus memulai pijatan perineum secara rutin. Setelah mendapatkan izin dari konsultan kesehatan, maka Ibu bisa berlatih pijat perineum setiap hari selama 5 menit hingga ibu melahirkan.
Untuk melakukan pijatan bisa dilakukan oleh diri ibu sendiri atau meminta bantuan suami. Pijatan secara teratur bisa meningkatkan elastisitas otot-otot perineum.
1. Sebelum Memulai Pijatan
Untuk memastikan kebersihan serta higienitas pada area sensitif Ibu, sebaiknya ibu mencuci tangan serta potong kuku terlebih dahulu sebelum melakukan pijatan.
2. Menemukan Posisi Nyaman
Menemukan posisi nyaman yang bisa memungkinkan ibu menjangkau perineum. Contohnya saja sebagai berikut.
3. Lutut ditekuk dengan keadaan ibu duduk bersandar di tempat tidur.
Jongkok kemudian bersandar pada dinding untuk menopang dengan atau tanpa bantuan tumpukan bangku atau buku.
4. Angkat satu kaki seperti di kamar mandi atau di toilet.
Tidak perlu ragu untuk memakai posisi yang berbeda untuk setiap hari yang berbeda pula. Bisa juga mengubah posisi selama pemijatan apabila merasa tidak nyaman atau lelah.
5. Memakai Pelumas atau Gel Pijat
Gunakan sekitar satu sendok teh pelumas ke jari serta oleskan ke perineum. Pastikan ibu jari juga terlumasi secara baik. Tujuan penggunaan pelumas pada pijat perineum itu penting yaitu bisa membuat pijatan lebih nyaman serta bisa membantu menghidrasi jaringan perineum.
Kendati demikian, hindari pemakaian minyak alami seperti minyak kelapa atau almond, karena produk tersebut memiliki kandungan bahan kimia inflamasi oksidatif serta berhubungan dengan peningkatan infeksi vagina. Tidak hanya itu saja, hindari pemakaian pelumas yang bisa larut dalam air karena sebagian besar pelumas mempunyai konsentrasi garam atau ion yang tinggi. Tentunya hal itu bisa mengakibatkan iritasi pada jaringan vagina.
Untuk pelunakan serta peregangan terbaik, bisa menggunakan gel yang cukup untuk menjaga kelembaban jaringan selama proses pijatan. Adapun jumlah yang diperlukan serta kebutuhan untuk mengaplikasikan ulang tentu setiap wanita akan berbeda-beda.
6. Menggunakan Jari
Pijat perineum bisa dilakukan dengan salah satu atau kedua ibu jari, jari telunjuk atau jari tengah, atau dua jari pada masing-masing tangan. Masukkan ibu jari atau jari telunjuk kurang lebihnya 1 inci ke bagain dalam vagina sampai ruas jari pertama atau tepat melewatinya, kemudian sandarkan telapak tangan ke kaki bagian dalam.
Dalam melakukan pijatan bisa dilakukan sampai belakang jalan lahir. Tujuannya yaitu untuk meregangkan serta memijat bagian belakang jalan lahir turun ke arah anus lalu kemudian membukanya dari sisi ke sisi dengan memakai tekanan yang lebih banyak dari waktu ke waktu. Tekanan yang dilakukan tidak harus menyakitkan, namun selama beberapa minggu pertama akan merasakan sedikit sensasi terbakar atau meregang adalah suatu hal yang wajar.
Pentingnya Melakukan Pijatan
Pijatan yang lembut pada perineum dapat membuat jaringannya tetap lentur, kenyal, serta mempersiapkannya supaya rileks dan mengembang dengan alami selama proses persalinan.
Baca Juga: Manfaat Pijat Payudara Setelah Melahirkan
Tidak hanya itu saja, pijatan ini akan memungkinkan Ibu untuk latihan pernapasan melalui sensasi terbakar dari peregangan perineum. Sebagian besar perempuan menganggap pijatan ini membuatnya menjadi lebih percaya diri serta rileks selama persalinan.
Pijat Aman Ibu Melahirkan Selama 5 Menit
Untuk melakukan pijat perineum bisa dilakukan sampai 5 menit untuk setiap harinya. Pertama melakukan pijatan akan terasa canggung, bahkan akan terasa menyakitkan. Rasa tersebut akan hilang ketika semakin banyak berlatih.
Dalam beberapa minggu terakhir kehamilan, pijatan ini akan membantu lebih rileks serta meregangkan jaringan perineum supaya mencegah robekan ketika persalinan.
Tidak perlu malu atau gengsi untuk melakukan pijatan ini, namun lakukan pijatan dengan senang hati. Kendati demikian, proses persalinan akan berjalan lancar.