Apabila Anda seringkali merasakan sulit untuk tidur, tidur tidak bisa nyenyak atau tenang, susah untuk menahan kantuk, kerap terbangun pada pertengahan malam, maupun sering bangun tidur lebih awal, bisa jadi Anda termasuk salah satu penderita gangguan susah tidur atau insomnia.

Pada umumnya, susah tidur yang dialami oleh seseorang dapat berlangsung dalam beberapa hari saja atau bahkan hingga 2 atau 3 minggu.

Apa, Sih Insomnia Itu?

Susah tidur atau insomnia adalah gangguan kesehatan yang mana penderitanya merasakan sulit untuk tidur.

Artinya, si penderita mempunyai kesulitan untuk memulai tidur maupun tetap tertidur. Susah tidur juga bisa diartikan sebagai suatu kondisi yang membuat kualitas tidur buruk dengan gangguan fungsional saat siang hari.

Diagnosa klinis gangguan susah tidur biasanya diberikan apabila kondisi kesehatan tersebut terjadi setidaknya 3 kali dalam satu minggu.

Berdasarkan “National Institute of Health”, kira-kira 30 persen dari total populasi mempunyai gejala dari gangguan tidur ini. Dengan perempuan yang lebih banyak ketimbang laki-laki yang biasanya disebabkan oleh perubahan hormon.

Gangguan tidur tersebut juga lebih umum terjadi terhadap mereka yang berumur lanjut alias lansia, di atas 60 tahun. Pasalnya, kondisi tersebut timbul karena perubahan siklus tidur dan juga perkembangan penyakit lainnya yang muncul seiring bertambahnya umur. Gangguan tidur menyebabkan penderitanya tidak punya waktu tidur yang dibutuhkan oleh tubuh.

Hal itu mengakibatkan kondisi fisik pengidap insomnia jadi tak cukup fit dalam melakukan aktivitas keseharian esok harinya.

Penyebab Susah Tidur

Perlu Anda ketahui, insomnia sendiri bukanlah suatu penyakit. Akan tetapi hanyalah sebuah gejala dari sejumlah penyakit yang diderita atau lantaran permasalahan yang menimpa hidup seseorang.

Melansir dari sebuah buku yang berjudul Insomnia dan Gangguan Tidur Lainnya (2004) yang merupakan karya Rafknowledge, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan gangguan susah tidur ini.

Apabila diambil secara garis besarnya, berikut ini merupakan sejumlah penyebab susah tidur.

  • Stress atau Kecemasan: Seseorang yang tengah didera oleh kegelisahan mendalam, biasanya lantaran memikirkan suatu permasalahan yang sedang dihadapi dapat mengalami insomnia.
  • Depresi: Selain menyebabkan susah tidur, depresi juga dapat menjadikan keinginan untuk terus tertidur sepanjang waktu. Sebab, seseorang yang depresi ingin sekali melepaskan diri dari permasalahan yang dihadapi.
  • Kelainan kronis: Penyakit kelainan tidur, seperti tidur apnea, artritis, sakit ginjal, penyakit diabetes, maupun penyakit yang mendadak kerap kali mengakibatkan penderitanya kesulitan untuk tidur.
  • Efek samping pengobatan: Pengobatan terhadap suatu penyakit juga kadang bisa menjadi penyebab insomnia.
  • Pola makan yang buruk: Mengkonsumsi makanan yang berserat sesat sebelum Anda pergi tidur dapat membuat Anda sulit untuk tidur nyenyak.
  • Pengaruh alkohol, kafein, dan nikotin: Nikotin serta nikotin merupakan zat stimulan. Sementara itu, alkohol bisa mengacaukan pola tidur Anda.
  • Kurang berolahraga: Kurang berolahraga juga dapat menjadi faktor yang menyebabkan seseorang sulit tidur yang signifikan.
  • Jadwal aktivitas yang berubah dan kebiasaan tidur yang buruk
  • Pertambahan usia: Lansia lebih rentan mengalami gangguan tidur lantaran perubahan kondisi kesehatan, perubahan kegiatan keseharian, sampai kebiasaan tidur.
  • Faktor lingkungan, misalnya cahaya, kebisingan, maupun suhu yang ekstrim (panas atau dingin) sehingga mengganggu tidur.

Tanda-tanda dan Gejala Susah Tidur

Insomnia ini memang ditandai dengan kesulitan seseorang untuk tidur. Akan tetapi, terdapat juga gejala lain yang mungkin mengikutinya. Tanda dan gejala gangguan tidur yang umum terjadi, antara lain:

  • Pengidapnya kerap kali butuh waktu lebih dari 30 menit untuk dapat tertidur.
  • Penderita susah tidur hanya dapat tertidur selama 6 jam atau bahkan kurang, setidaknya tiga hari berturut-turut dalam sebulan atau lebih.
  • Sulit untuk memulai tidur ketika malam hari.
  • Saat tengah malam kerap terbangun atau bangun tidur ketika hari masih sangat pagi.
  • Bangun tidur dengan kondisi tubuh yang lelah dan tidak fit.
  • Sering mengantuk serta merasa kelelahan saat siang hari.
  • Mudah marah, tersinggung, depresi, merasa cemas atau gugup.
  • Sulit untuk berkonsentrasi, seperti mengalami masalah dalam memperhatikan, susah untuk berfokus terhadap tugas-tugas, dan juga kesulitan dalam mengingat.
  • Merasakan sakit kepala serta kepala rasanya tegang.
  • Kurangnya energi atau motivasi.
  • Mempunyai kekhawatiran tentang tidur.
  • Merasakan tertekan pada perut dan usus.

Mungkin terdapat tanda-tanda maupun gejala lain yang tidak disebutkan. Jika Anda punya kekhawatiran terhadap suatu gejala tertentu, segera lakukan konsultasi dengan dokter Anda!

Cara Pengobatan Susah Tidur

Untuk mengatasi atau mengobati insomnia, maka harus diketahui terlebih dahulu penyebabnya supaya pengobatannya tepat sasaran. Secara umum, penanganan terhadap gangguan tidur terbagi atas beberapa cara, yakni:

Behaviour Therapy (Perubahan Perilaku)

Behaviour therapy adalah terapi lini pertama guna mengatasi susah tidur. Terapi tersebut dapat dilakukan dengan membuat kebiasaan tidur yang bagus.

Seperti, dengan membuat jadwal tidur yang teratur setiap harinya, menciptakan lingkungan yang nyaman untuk tidur, dan juga menghindari kegiatan yang bisa membuat Anda tetap terbangun.

Cognitive Behavioral Therapy

Terapi ni bisa membantu Anda untuk mengontrol atau mengeliminasi seluruh pikiran-pikiran negatif dan juga rasa khawatir yang menjadikan Anda tetap terjaga.

Teknik Relaksasi

Relaksasi otot dan juga latihan pernafasan bisa mengurangi gangguan kecemasan yang menyebabkan insomnia.

Stimulus Control Therapy

Terapi yang satu ini mempunyai tujuan untuk membatasi aktivitas seseorang di tempat tidur yang menjadikannya tetap terbangun.

Bukan hanya itu, Anda juga bakal diminta untuk membuat tempat tidur hanya untuk tidur serta melakukan aktivitas seksual saja. Bukan untuk bekerja, makan, menonton televisi, membaca, dan aktivitas yang lainnya.

Pijat Akupresur

Bagi Anda yang mengalami gangguan tidur, Anda bisa mengatasinya dengan menggunakan alternatif yang berupa akupresur. Ya, titik akupresur dapat memicu saraf ngantuk.

Dengan begitu, mampu membantu pengidap insomnia tidur dengan nyenyak. Akupresur sendiri adalah teknik pijat yang dilakukan dengan cara memberi tekanan di titik-titik tertentu pada tubuh. Sang terapis akupresur ini akan menekan titik-titik tersebut memakai jari, telapak tangan, maupun peralatan khusus dari kayu.

Ketika dipakai untuk mengatasi susah tidur, akupresur bakal memberi sejumlah efek positif untuk tubuh seseorang. Seperti mengatasi tubuh yang terasa tegang, menjadikan sendi dan otot lebih rileks, mengurangi rasa cemas, dan meredakan nyeri serta rasa tidak nyaman.

Baca Juga: Manfaat Full Body Massage Salah Satunya Untuk Menjaga Imunitas

Teknik pijat akupresur juga bisa memperlancar sirkulasi darah, sistem getah bening, dan kinerja hormon. Nah, dengan tubuh rileks serta peredaran darah yang lancar, maka tidur pun jadi lebih nyenyak, sehingga kualitas tidur Anda juga meningkat.

Pemberian Obat-obatan

Obat-obatan ini hanya diberikan apabila susah tidur tidak berhasil diatasi dengan terapi-terapi di atas. Obat tidur ini hanya boleh diberikan oleh dokter spesialis kejiwaan atau psikiater dan juga tetap berada di dalam pengawasan dokter.

Biasanya, dokter tidak akan merekomendasikan pemakaian obat tidur tersebut untuk jangka waktu yang lama. Berikut ini merupakan beberapa obat untuk gangguan tidur yang kemungkinan diresepkan oleh para dokter:

  • Doxepin (Silenor)
  • Estazolam
  • Eszopiclone (Lunesta)
  • Ramelteon (Rozerem)
  • Temazepam (Restoril)
  • Triazolam (Halcion)
  • Zaleplon (Sonata)
  • Zolpidem (Ambien, Edluar, Intermezzo, Zolpimist)
  • Zolpidem extended release (Ambien CR)
  • Suvorexant (Belsomra)

Jika merasakan gejala insomnia yang tidak lekas membaik atau sehingga mengganggu aktivitas Anda, lekaslah untuk memeriksakan diri ke dokter.

Supaya Anda mendapatkan penanganan sedari dini. Dengan demikian, peluang kesembuhan pun akan semakin meningkat.

Kategori: Kesehatan